Sabtu, 22 Juni 2013




 Bupati Koltim, Tolak Pelibatan Koltim dalam PemiluKada Kolaka

Tirawuta (Kabar Anoa)

     Pj.Bupati Kolaka Timur Drs.H. Tony Herbiansya, M,Si. melalui surat laporan serta pernyataan sikap masyarakat kabupaten kolaka timur menanggapi polemik keikutsertaan dalam penyaluran aspirasi hak politiknya pada perhelatan pemilukada kabupaten kolaka Tahun 2013 yang ditujukan langsung kepada Gubernur sulawesi tenggara menolak pelibatan kolaka timur dalam pemilihan kepala daerah kabupaten kolaka.
   Dalam surat tersebut Bupati kolaka Timur memberikan tiga pertimbangan agar kolaka timur tidak lagi dilibatkan dalam pemilihan kepala daerah kolaka yaitu 
  Bahwa berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2013 tentang pembentukan kabupaten kolaka timur, maka sejak diresmikan dan dilantiknya Penjabat Bupatinya pada tanggal 22 April 2013 kabupaten kolaka timur telah menjadi ''Daerah otonom'' yang terpisah dari kabupaten kolaka, sehingga menjadikan kabupaten kolaka timur merupakan kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat menurut prakarsa sendiri dan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuaan Republik indonesia, tak terkecuali dalam memilih kepala daerahnya.
   dalam surat bupati kolaka timur ke gubernur juga berisi bahwa surat edaran Kpu Nomor 162/KPU/111/2013 tanggal 18 Maret 2013 yang pada prinsipnya antara lain menegaskan, apabila pelaksanaan pemilu Bupati dan Wakil Bupati dikabupaten induk yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2013, maka pelaksanaan pemilu Bupati dan Wakil Bupati tetap mengikut sertakan kabupaten pemekaran. Akan tetapi, penegasan KPU untuk menyertakan kabupaten pemekaran melalui surat edarannya dimaksud, dalam kaitan ini telah mengabaikan kedudukan hak politik masyarakat kabupaten kolaka timur sebagai daerah otonom sebagaimana dikemukakan  pada UU nomor 8 tahun 2013 tentang pembentukan kabupaten kolaka timur dan sebagaimana pula dimaksud dalam pasal 1 angka (6) UU No.32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah, dan pasal 10 ayat (1) UU No.8 Tahun 2013 tentang pembentukan kabupaten kolaka timur, 
    Bupati juga mengatakan melalui suratnya bahwa secara hukum bahwa kedudukan masyarakat kabupaten kolaka timur sebagai''pemilih' yang terdaftar dalam DP4 dan ditetapkan sebelum berdirinya kolaka timur, maka kedudukannya sebagai pemilih dalam pemilu Bupati dan Wakil Bupati kabupaten kolaka pada tanggal 2 oktober yang akan datang, menjadi tidak memenuhi syarat dengan sendirinya, berdasarkan ketentuan dalam pasal 1 angka (4) dan pasal 16 ayat (2) huruf c, peraturan pemerintah no.6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan, pengankatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah, mengingat kedudukan wilaya administratif masyarakat kolaka timur sebagai pemilih, secara hukum bukan lagi berada di wilayah administratif daerah pemilihan Bupati dan wakil bupati kolaka akan diselenggarakan.
   menurut Toni dalam suratnya untuk  menghindari kejenuhan tingkat partisipasi politik masyarakat kolaka timur terhadap pemiluh yang beruntun seperti pemilukada kolaka, pilcaleg, pilpres, dan pemilu kada kolaka timur yang akan datang,
   Sementara itu dilain sisi Ketua umum Lembaga swadaya masyarakat Lingkar Demokrasi Rakyat sulawesi tenggara (Lsm Lider sultra) Herman syahruddin yang sempat mengkaji polemik terlibatnya kolaka timur dalam pemilu kada kolaka yang berdasarkan surat edaran Kpu mengatakan apabila kolaka timur dilibatkan dalam pemilukada kolaka maka justru yang akan terjadi pembohongan publik, bahkan menurutnya yang akan terjadi kecurangan politik, sementara itu kolaka timur telah berdiri dan telah ditetapkan daerah otonom dan telah memiliki penjabat baru,  lagipula menurut herman dana pemilukada kolaka telah ditetapkan dan telah dibahas saat perubahan anggaran sehingga jika itu terjadi pemerintah secara sengaja membuang anggaran yang sifatnya mubasir, dan lagi pula juga menurut ketua lsm lider ini warga kolaka timur akan kurang terlibat dalam pemilukada karena kepentingan warga koltim di kolaka tidak ada lagi,ujar Herman (Dekri) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar